.

Rapat Kabinet Pemerintahan Arab Saudi Membahas Dukungan Menangani situasi kemanusiaan di Gaza dan Lebanon

HambaAllah.id, 02/10/2024, 15:03 WIB

Putra Mahkota dan Perdana Menteri Mohammed bin Salman memimpin sidang Kabinet di Riyadh pada hari Selasa.(Dok:saudigazette)

HAMBAALLAH.ID, RIYADH,- Putra Mahkota dan Perdana Menteri Mohammed bin Salman memimpin sidang Kabinet di Riyadh pada hari Selasa 1 Oktober 2024. Dalam rapat tersebut Dewan Menteri menekankan mengenai penyediaan dukungan keuangan bulanan untuk Palestina serta bantuan medis dan pemulihan bagi rakyat Lebanon serta upaya untuk mengatasi situasi kemanusiaan di Jalur Gaza dan Lebanon dalam situasi saat ini. 

Dalam sebuah pernyataan kepada Saudi Press Agency yang dilansir dari saudigazette, Menteri Media Salman Al-Dossary mengatakan bahwa Kabinet membahas perkembangan terbaru di kawasan dan dunia, serta hasil dari pertemuan regional dan internasional baru-baru ini.

Dewan memuji delegasi Saudi yang menghadiri sesi ke-79 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menyampaikan prinsip dan posisi Kerajaan yang tak tergoyahkan mengenai isu-isu Arab serta perdamaian dan keamanan internasional, dan komitmennya untuk bergabung dalam upaya mengatasi tantangan global.

Kabinet menyambut baik Aliansi Internasional untuk Pelaksanaan Solusi Dua Negara, yang diusulkan oleh Arab Saudi dalam kemitraan dengan Komite Menteri Gabungan Arab-Islam, Norwegia, dan Uni Eropa, dan menegaskan kembali komitmen Kerajaan untuk pembentukan Negara Palestina yang merdeka berdasarkan perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Kabinet menegaskan kembali seruan untuk segera menghentikan permusuhan dan semua pelanggaran hukum internasional, menuntut akuntabilitas bagi mereka yang menghalangi upaya perdamaian.

Al-Dossary mengatakan Kabinet menyoroti seruan Kerajaan untuk mempercepat reformasi Dewan Keamanan PBB untuk meningkatkan kredibilitas dan efisiensinya. Seruan itu muncul mengingat meningkatnya konflik dan krisis global, meningkatnya tantangan, ancaman, dan krisis kepercayaan pada kapasitas sistem internasional untuk memenuhi aspirasi rakyat untuk masa depan yang damai dan pembangunan.

Penulis: Rijal | Editor: Rijal
×