.

Serangan Udara Israel Guncang Beirut Beberapa menit setelah Perjanjian Gencatan Senjata Diumumkan

HambaAllah.id, 27/11/2024, 06:20 WIB

Presiden Joe Biden menyebut perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah sebagai "kabar baik". Ia berharapan hal ini dapat menjadi pendorong untuk perdamaian (Dok. AP)

HAMBAALLAH.ID, Israel telah menyetujui sebuah perjanjian gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat dengan Hizbullah dari Lebanon. Kesepakatan ini bertujuan untuk mengakhiri pertempuran yang telah berlangsung hampir 14 bulan sebagai bagian dari konflik yang lebih besar di Jalur Gaza.

Meski demikian, sesaat setelah pengumuman perjanjian tersebut, pesawat-pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara intensif di Beirut dan sekitarnya, yang merupakan serangan terberat sejak dimulainya perang. Laporan lokal mencatat sedikitnya 24 orang tewas akibat serangan tersebut, sementara Israel menunjukkan niat untuk melanjutkan serangan terhadap Hizbullah sampai gencatan senjata resmi diterapkan pada pukul 4 pagi waktu setempat pada hari Rabu.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa 18 orang lainnya tewas dalam serangan udara Israel, menjadikan jumlah total korban tewas pada hari Selasa mencapai setidaknya 42 orang di lansir dari laman AP

Baca juga :

Ribuan Pengungsi Lebanon Kembali ke Rumah Setelah Gencatan Senjata Israel-Hizbullah Berlaku

Serangan Israel juga menargetkan Lebanon timur, di mana sebelas orang tewas. Empat lainnya tewas di wilayah perbatasan antara Lebanon utara dan Suriah, serta tiga orang tewas di bagian selatan Lebanon, menurut laporan dari Kementerian Kesehatan pada pagi Rabu.

Beberapa jam sebelum dimulainya gencatan senjata dengan Hizbullah, Israel terus melancarkan serangan udara yang sangat intensif, khususnya menargetkan ibu kota Beirut dan wilayah pinggiran selatannya. Serangan ini juga meliputi berbagai lokasi yang dianggap terkait dengan Hizbullah.

Militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi yang memaksa warga untuk meninggalkan rumah mereka.

Baca juga :

Gencatan Senjata Israel-Hizbullah Meredam Namun Gaza Tidak

Di sisi lain, Hizbullah membalas dengan tembakan roket ke wilayah Israel pada hari Selasa, yang menyebabkan sirene serangan udara berbunyi di wilayah utara Israel.

Seorang pemimpin Hizbullah menyatakan bahwa kelompoknya hanya akan mendukung perjanjian gencatan senjata ini jika ada jaminan bahwa Israel tidak akan melanjutkan serangan mereka.

Penulis: Rijal | Editor: Rijal
×