.

Banyak Warga Gaza Kelaparan, Makan Satu Kali Sehari

HambaAllah.id, 23/11/2024, 09:24 WIB

Anak-anak memakan kacang lentil yang dimasak oleh ibu mereka di tenda kamp pengungsian di Deir al-Balah, Jalur Gaza (Dok. AP)

HAMBAALLAH.ID, DEIR AL-BALAH, Jalur Gaza,- Yasmin adalah seorang ibu yang sedang memasak sepanci kecil kacang lentil di atas api yang menggunakan ranting dan kertas bekas di tenda yang ia tinggali bersama suami dan keempat putrinya di Jalur Gaza.

Itulah satu-satunya makanan mereka dan hanya itu yang mampu mereka beli. “Anak-anak perempuan saya mengisap jempol mereka karena lapar, dan saya menepuk punggung mereka sampai mereka tertidur,” katanya dilansir dari AP

Setelah mengungsi sebanyak lima kali , Yasmin berada di Gaza bagian tengah, tempat kelompok bantuan memiliki akses yang relatif lebih banyak daripada di utara, yang sebagian besar terisolasi dan hancur parah sejak Israel mulai melancarkan serangan terhadap kelompok militan Hamas pada awal Oktober.

Baca juga :

Mahkamah Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap perdana menteri Israel dan pejabat tinggi Hamas

Kantor kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan adanya "peningkatan tajam" jumlah rumah tangga yang mengalami kelaparan parah di Gaza bagian tengah dan selatan. Jumlah makanan yang diizinkan Israel masuk ke Gaza selama tujuh minggu terakhir mengalami penurunan drastis, hingga mencapai tingkat terendah selama peperangan berlangsung.

Menurut kelompok pemberi bantuan dan PBB penyaluran bantuan bagi warga Palestina banyak mengalami hambatan, seperti pembatasan pergerakan oleh militer Israel, pertempuran yang terus berlangsung, kerusakan jalan, dan pencurian.

Orang-orang bersenjata merampok hampir 100 truk bantuan akhir pekan lalu di Gaza selatan, dekat dengan posisi militer Israel. Israel menyalahkan Hamas tetapi tampaknya tidak mengambil tindakan apa pun untuk menghentikan penjarahan, sementara Hamas mengatakan itu adalah ulah bandit lokal.

Baca juga :

Apakah Talak Saat Emosi Sah?

Penulis: Rijal | Editor: Rijal
×