.

Meraih Lailatul Qadar Melalui Itikaf

HambaAllah.id, 18/03/2025, 12:24 WIB

Ilustrasi

HAMBAALLAH.ID, I'tikaf pada praktiknya adalah menetap di dalam masjid dengan tujuan mengabdikan/mendekatkan diri kepada Allah SWT. I'tikaf merupakan amalan yang dianjurkan selama bulan Ramadan, terutaman di sepuluh malam terakhir.

Imam Syafi'i berkata:


والاعتكاف لزومُ المَرْءِ شيئاً ، وحَبْسُ نفسه عليه ، براً كان أوإثماً

Artinya: "I'tikaf adalah seseorang yang berdiam diri di suatu tempat, dan mengurung dirinya di sana, baik untuk kebaikan maupun keburukan." (Abi Husain al-'Imrani asy-Syafi'i, al-Bayan fi Mazhab al-Imam Asy-Syafi'i, [Kairo; Darul Minhaj, tt], Jilid III, halaman 571)

Baca juga :

Amalan Yang Dikerjakan Pada Malam Lailatul Qadar

Mengapa i'tikaf banyak dilaksanakan di 10 malam terakhir Ramadhan? karena pada periode ini terdapat malam Lailatul Qadar, sebuah malam yang lebih mulia daripada seribu bulan, dan merupakan kesempatan istimewa untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendapatkan pahala yang berlimpah.   

Rasulullah SAW sendiri senantiasa beri'tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA. Beliau beri'tikaf untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan berharap dapat meraih malam Lailatul Qadar. 


- أنَّ النبيَّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ كانَ يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأوَاخِرَ مِن رَمَضَانَ، حتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِن بَعْدِهِ

Artinya: “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW beritikaf pada sepuluh terakhir bulan Ramadan sampai beliau wafat. Kemudian para istrinya mengikuti itikaf pada waktu tersebut setelah wafatnya beliau.”   Ibadah i'tikaf disebutkan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 187. Allah berfirman;


وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عٰكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
Baca juga :

Akibat Serangan Udara Israel, Seorang Wanita Hamil dan Putranya Tewas di Gaza

Artinya: "Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beri'tikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa."

Lebih dari sekadar menyendiri, i'tikaf adalah bentuk pengabdian mendalam kepada Allah SWT. Dalam i'tikaf, umat Islam memilih untuk tinggal di masjid guna memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta. Masjid menjadi tempat yang tenang dan cocok untuk beribadah, jauh dari hiruk-pikuk kehidupan duniawi.

Selama masa i'tikaf, umat Muslim memiliki kesempatan untuk lebih fokus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Suasana masjid yang khusyuk dan penuh berkah mendukung kegiatan seperti memperbanyak doa, membaca Al-Quran, dan berdzikir. Selain itu, mereka juga dapat mengikuti kajian keislaman atau berdialog tentang ilmu agama bersama jamaah lain.

Dengan menjaga ibadah dan menghindari hal-hal yang dapat mengurangi kesucian puasa di bulan Ramadan, umat Islam diharapkan dapat memperoleh pahala yang besar serta meningkatkan iman mereka. I'tikaf juga menjadi momen refleksi untuk mengevaluasi diri dan memaknai perjalanan hidup. Setelah selesai, diharapkan nilai-nilai positif dari i'tikaf dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Secara mendalam, i'tikaf mengajak individu untuk memahami esensi puasa dengan lebih baik. Kesunyian dan fokus pada ibadah memberi ruang untuk introspeksi diri sekaligus mensyukuri nikmat Allah. Kegiatan ini juga memperkuat ikatan spiritual antara seorang hamba dengan Pencipta-Nya. Orang yang melaksanakan i'tikaf seringkali menemukan ketenangan jiwa serta kejernihan pikiran.

Pada akhirnya, i'tikaf merupakan usaha seorang Muslim untuk menjauhkan diri dari godaan duniawi, memusatkan perhatian pada ketaatan kepada Allah, serta mengabdikan waktu sepenuhnya untuk ibadah. I'tikaf melatih pengendalian diri terhadap hawa nafsu, menjauhkan dari dosa, menyucikan hati, dan menanamkan sikap zuhud terhadap kemewahan dunia. (sumber:nu)

Penulis: Rijal | Editor: Rijal
×