.

Pesan Menag Saat Lepas Kloter Pertama Haji 2025: Luruskan Niat dan Aturan Visa

HambaAllah.id, 02/05/2025, 08:34 WIB

Kamis (1/5/2025) Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, berbincang dengan salah seorang jemaah haji kloter JKG-01 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta (dok.kemenag)

HAMBAALLAH.ID, Jakarta - Menteri Agama, Nasaruddin Umar, secara resmi memberangkatkan kelompok terbang (kloter) pertama calon jemaah haji Indonesia untuk tahun 2025 dengan menyampaikan pesan yang mendalam. Dalam pidatonya, beliau menekankan bahwa ibadah haji lebih dari sekadar perjalanan jasmani, melainkan sebuah perjalanan rohani menuju kesucian langit yang diiringi dengan pengorbanan.

"Ibadah haji yang akan Anda jalani bukanlah perjalanan yang umum. Ini adalah sebuah perjalanan menuju langit. Oleh karena itu, luruskan niatAnda, sebab keikhlasan merupakan kekuatan utama dalam melaksanakan ibadah ini," kata Menteri Agama Nasaruddin di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada hari Rabu (1/5/2025) dilansir dari laman kemenag.

Beliau juga mengingatkan bahwa tidak semua umat Islam di seluruh dunia mendapatkan kesempatan istimewa dari Allah untuk menunaikan ibadah haji. "Ada ratusan juta umat Islam di berbagai penjuru dunia, namun hanya sebagian kecil yang terpilih. Maka, peliharalah kesucian perjalanan ini dan hindari membuang energi pada hal-hal yang kurang bermanfaat," pesan beliau saat melepas 393 calon jemaah haji dari kloter pertama yang berasal dari embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG-01).

Baca juga :

Kemenag Himbau Lansia Tidak Memaksakan Diri Untuk Melakukan Ibadah Berlebihan Selama di Madinah

Menteri Agama juga menekankan betapa pentingnya mematuhi tata tertib pelaksanaan haji, termasuk peraturan mengenai visa. Beliau menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi bagi calon jemaah yang tidak memiliki visa haji yang sah.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal; Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin; Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi; Kepala BPKH, Fadhlul Imansyah; perwakilan dari Badan Penyelenggara Haji (BPH); serta Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito.

Penulis: Rijal | Editor: Rijal
×