.

Kemenag Himbau Lansia Tidak Memaksakan Diri Untuk Melakukan Ibadah Berlebihan Selama di Madinah

HambaAllah.id, 07/05/2025, 06:50 WIB

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis Hanafi (dok.Kemenag)

HAMBAALLAH.ID, Madinah,- Memasuki hari kelima kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah, data dari Siskohat pada pukul 07.00 Waktu Arab Saudi mencatat bahwa 34.272 jemaah haji reguler telah tiba. Sejumlah 7.376 orang di antaranya adalah jemaah lanjut usia, yang mencapai sekitar 21,5 persen dari total kedatangan saat ini.

Menyikapi tingginya proporsi jemaah lansia ini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi segera memperkuat sistem pelayanannya dengan mengedepankan pendekatan yang ramah dan inklusif bagi lansia. Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis Hanafi, menyatakan bahwa perhatian khusus terhadap jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan yang berisiko tinggi menjadi prioritas utama sejak awal kedatangan.

"Petugas kami telah dipersiapkan secara khusus untuk melayani jemaah lansia. Bahkan, orang yang baru pertama kali bepergian ke luar negeri pun bisa merasa bingung, terlebih lagi para lansia," ungkap Muchlis dilansir dari laman kemenag.

Baca juga :

Keistimewaan Dan Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Zulqadah

Ia menekankan pentingnya pendampingan sebagai kunci utama dalam melayani jemaah lansia. Pendekatan ini diterapkan tidak hanya dalam pelaksanaan ibadah di Masjid Nabawi, tetapi juga dalam proses mobilisasi dan akomodasi.

Muchlis juga memberikan imbauan penting agar jemaah lansia tidak memaksakan diri untuk melakukan ibadah berlebihan selama di Madinah. Pasalnya, puncak ibadah haji yang paling berat akan terjadi di Makkah, yaitu saat berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Kita harus menjaga agar mereka tidak kelelahan di awal, sehingga kondisi kesehatan mereka tetap baik saat puncak haji nanti," tegasnya.

Selain masalah pergerakan, aspek konsumsi juga menjadi perhatian penting. PPIH menerima keluhan mengenai beberapa makanan yang disajikan dianggap kurang sesuai untuk lansia, terutama karena terlalu pedas atau penggunaan bumbu yang kurang tepat. Muchlis segera melakukan evaluasi terkait hal ini.

"Yang terpenting, makanan yang kita sediakan tidak hanya halal, tetapi juga harus baik untuk dikonsumsi oleh lansia. Nutrisinya harus terpenuhi, penyajiannya tepat waktu, dan rasanya tidak menyulitkan," jelas Muchlis.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan uji standar bumbu dan menyiapkan tim konsumsi yang terdiri dari para ahli, termasuk dari Poltekpar Bandung, bahkan sebelum bulan Ramadan. Namun, penyesuaian di lapangan tetap dimungkinkan.

Baca juga :

Simak Terminal Bus Shalawat Untuk Jemaah Haji lansia dan berkebutuhan khusus

Jemaah yang memiliki kebutuhan konsumsi khusus, termasuk lansia yang dalam pengawasan medis, dapat melaporkannya kepada petugas hotel. Tim konsumsi PPIH akan melakukan pemantauan dan evaluasi setiap hari, termasuk menyesuaikan menu jika diperlukan.

Dengan kedatangan jemaah yang diperkirakan akan terus berlanjut hingga mencapai 203.320 orang, pendekatan pelayanan yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan jemaah lansia menjadi elemen krusial dalam keberhasilan operasional haji tahun 2025. Hal ini penting agar para jemaah yang telah lama menantikan kesempatan untuk berhaji dapat melaksanakannya dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan.

Penulis: Rijal | Editor: Rijal
×