HAMBAALLAH.ID, Pekanbaru,- Menteri Agama menekankan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk AI, harus selalu diiringi dengan prinsip-prinsip keagamaan. Ia berpendapat bahwa harmoni antara pemikiran logis dan spiritualitas adalah fondasi dari peradaban yang berkesinambungan.
Menag mendorong kaum muda, khususnya mahasiswa generasi Z, untuk mengembangkan diri secara holistik, tidak hanya mahir dalam teknologi informasi, tetapi juga dalam refleksi dan praktik keagamaan.
"IT (Information Technology) itu mengandalkan otak kiri, sedangkan kontemplasi mengandalkan otak kanan. Otak kiri itu sangat rasional, tapi ternyata gak ada apa-apanya dibandingkan dengan otak kanan. Jadi harus ada perpaduan," katanya.
Baca juga :Menunda Lebih Baik? Panduan Bijak Berhaji Tanpa Utang
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan perlunya integrasi antara kecerdasan intelektual dan spiritual dalam menghadapi tantangan era digital.
Dalam ceramah publik bertajuk Peran Generasi Z dalam Kemajuan Islam di Era Digital di Universitas Islam Riau (UIR), Menag menyampaikan pesan mendalam dari ayat pertama Al-Qur'an: iqra bismirabbik.
"Kalau hanya iqra, iqra, iqra tanpa bismirabbik itu hanya akan melahirkan monster. Tentu kita tidak akan dipimpin oleh monster. Kita akan dipimpin oleh orang yang arif," ujar Menag Nasaruddin Umar, Rabu (23/4/2025) dilansir dari laman kemenag.
Baca juga :AWAS! Jangan Tertipu Haji Menggunakan Visa Non Haji














